Rosulullah yang sudah memahami karakter orang-orang Mekah kala itu, yakin bahwa kaum Quraisy Mekkah akan melanggar perjanjian tersebut sebelum selesai 10 tahun. Benar saja, belum genap 10 tahun, orang-orang Quraisy melanggar perjanjian Hudaibiyah, sehingga perjanjian ini menjadi cikal bakal penaklukan kota Mekah.
Di lokasi perjanjian itulah, kini berdiri sebuah masjid bernama Masjid Asy-Syumaisi Hudaibiyah. Masjid yang oleh jemaah haji dan umrah dijadikan tempat mengambil miqat umrah. Luasnya tak lebih dari 1.000 meter persegi. Letaknya persis di pinggiran jalan lama menuju Jeddah.




Di sebelah utara masjid ini terdapat puing-puing bangunan masjid tua yang konon menjadi saksi sejarah Perjanjian Hudaibiyah. Meski bangunannya sudah tidak utuh lagi, namun sarat makna sejarah perjalanan perkembangan Islam di Mekah. Bangunan ini hanya menyisakan bagian dinding tanpa atap. Dinding yang tampak masih berdiri kokoh hingga kini, terbuat dari susunan batuan gunung yang direkatkan dengan tanah liat. Tebalnya mencapai satu hasta.