TAIF di Arab Saudi dikenal sebagai Kota Mawar, karena luasnya perkebunan mawar di sana. Mawar mekar tiap tahun dan minyaknya diolah untuk berbagai produk yang dipasarkan ke berbagai negara.
Lalu bagaimana sejarah mawar di Taif?
Menurut cerita yang melegenda bahwa lima abad yang lalu seorang sultan Ottoman mempersembahkan bibit mawar Levant kepada seorang bangsawan di Makkah, yang memerintahkan agar bunganya dikirim ke Gunung Al-Hada untuk ditanam di sana, karena daerah ini terkenal dengan kelembutan dan cuacanya dingin.
16 Juli 2022 Jamaah KBIHU Nurul Haramain Kraksaan Probolinggo menuju Kota Thaif mengunjungi Masjid Abdullah Bin Abbas. Suhu udara di sini termasuk sejuk karena ada di dataran tinggi. Hal tersebut menambah kenyamanan jamaah setelah meninggalkan Kota Makkah yang cukup panas. Kota Thaif sendiri berjarak sekitar 90 kilometer dari Mekkah
Bentuk masjid ini cukup unik. Karena, berbentuk kotak yang panjangnya sekitar delapan meter. Kemudian, lebarnya tujuh meter dan tingginya tiga meter. Adapun halamannya, memiliki panjang tujuh meter. Di dalamnya, terdiri dari dua sisi dengan dinding dan pintu yang diikat. Ada juga atau podium kecil dan dikelilingi oleh pagar. Ada puluhan karpet di dalam masjid dan tulisan-tulisan dalam berbagai bahasa.Dikutip dari Saudigazette, masjid ini didirikan pada 592 hijriah. Masjid ini telah mengalami perkembangan dalam periode yang berbeda. Awalnya, masjid ini dibangun kembali dan diperluas selama era Kerajaan Arab Saudi oleh Raja Saud. Kemudian, pada masa Raja Faisal bin Abdul Aziz, masjid diperluas menjadi 15.000 meter persegi.Sekarang, masjid ini bisa menampung sekitar 3.000 jamaah. Dan, di masjid ini banyak dilakukan agenda keislaman seperti shalat, pertemuan, shalat ied, seminar, dan ceramah.
Jamaah KBIHU Nurul Haramain Kraksaan Probolinggo juga mengunjungi pabrik minyak mawar. Pabrik minyak wangi bunga mawar ini sangat terkenal di Thaif seakan Thaif bau wangi mawar. Harganya jauh lebih murah dibandingkan di pasar. Di tempat ini pula, pengunjung disuguhi teh hangat yang rasanya berbeda dengan rasa teh di Tanah Air kita. Pengunjung bisa menikmati teh ini sambil menikmati suasana perkebunan di sekitar outlet.