Uncategorized

Bagaimana Rasulullah Saw Berdoa di Multazam?

Bagaimana Rasulullah Saw Berdoa di Multazam?

Multazam merupakan salah satu tempat yang sangat istimewa di Masjidil Haram, Mekkah. Tempat yang penuh berkah ini terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah, dengan jarak sekitar dua meter. Banyak umat Islam yang mendambakan kesempatan untuk berdoa di tempat yang mulia ini ketika menunaikan ibadah haji atau umrah.

Apa Itu Multazam?

Multazam berasal dari kata “iltazama” yang berarti “merapatkan” atau “memeluk”. Secara istilah, Multazam adalah dinding Ka’bah yang terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Tempat ini dinamakan Multazam karena para jamaah biasanya menempelkan dada dan pipi mereka ke dinding Ka’bah sambil berdoa dengan penuh kekhusyukan.

Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan:

وهو ما بين الكعبة والحجر الأسود: وقد قدَّمْنَا أنه يُستجاب فيه الدعاء

Artinya: “Multazam adalah tempat (dinding) yang terletak di antara Ka’bah dan Hajar Aswad. Telah saya jelaskan sebelumnya bahwa berdoa di tempat ini akan dikabulkan.”

Keutamaan Berdoa di Multazam

Para ulama sepakat bahwa Multazam adalah tempat yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits:

الْمُلْتَزَمُ مَوْضِعٌ يُسْتَجَابُ فِيْهِ الدُّعَاءُ مَا دَعَا اللَّهَفِيْهِ عَبْدٌ إِلا اسْتَجَابَهُ

Artinya: “Multazam adalah tempat dikabulkannya doa. Apa yang diminta seseorang kepada Allah, niscaya Allah akan mengabulkannya.”

Dalam hadits yang diriwayatkan Al Baihaqi dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda: “Antara Rukun Aswad (sudut tempat terdapatnya Hajar Aswad) dan pintu Ka’bah disebut Multazam. Tidak ada orang yang minta sesuatu di Multazam melainkan Allah mengabulkan permintaan itu.”

Cara Rasulullah SAW Berdoa di Multazam

Hadits tentang Tata Cara Berdoa di Multazam

Tata cara berdoa di Multazam diriwayatkan dalam hadits yang terdapat di Sunan Abu Daud:

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ، حَدَّثَنَا الْمُثَنَّى بْنُ الصَّبَّاحِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: طُفْتُ مَعَ عَبْدِ اللَّهِ فَلَمَّا جِئْنَا دُبُرَ الْكَعْبَةِ قُلْتُ: أَلَا تَتَعَوَّذُ؟ قَالَ: نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ النَّارِ، ثُمَّ مَضَى حَتَّى اسْتَلَمَ الْحَجَرَ وَأَقَامَ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْبَابِ، فَوَضَعَ صَدْرَهُ وَوَجْهَهُ وَذِرَاعَيْهِ وَكَفَّيْهِ هَكَذَا وَبَسَطَهُمَا بَسْطًا، ثُمَّ قَالَ: هَكَذَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْعَلُهُ

Artinya: “Musaddad telah bercerita kepadaku, Isa bin Yunus bercerita kepadaku, Mutsanna bin Sabbah bercerita kepadaku, dari Amr bin Syuaib, dari ayahnya, ia berkata: Aku sedang bertawaf bersama Abdullah (Abdullah bin Umar). Ketika kami berada di belakang Baitullah, aku bertanya: tidakkah kamu memohon perlindungan?! Abdullah bin Umar menjawab: Kami berlindung kepada Allah dari panasnya siksaan api neraka. Setelah selesai, Abdullah mengusap Hajar Aswad dan berdiri di antara rukun (Hajar Aswad) dan pintu Ka’bah, lalu merapatkan dada, muka, kedua siku, dan kedua telapak tangannya, kemudian Abdullah bin Umar berkata: seperti inilah aku melihat Rasulullah melakukannya.” (HR. Abu Daud dalam Bab Multazam, juz 2/181)

Hadits serupa juga diriwayatkan dalam Sunan Ibnu Majah (2/987):

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ: سَمِعْتُ الْمُثَنَّى بْنَ الصَّبَّاحِ، يَقُولُ: حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: طُفْتُ مَعَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، فَلَمَّا فَرَغْنَا مِنَ السَّبْعِ، رَكَعْنَا فِي دُبُرِ الْكَعْبَةِ فَقُلْتُ: أَلَا نَتَعَوَّذُ بِاللَّهِ مِنَ النَّارِ، قَالَ: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ النَّارِ، قَالَ: ثُمَّ مَضَى، فَاسْتَلَمَ الرُّكْنَ، ثُمَّ قَامَ بَيْنَ الْحَجَرِ، وَالْبَابِ، فَأَلْصَقَ صَدْرَهُ، وَيَدَيْهِ، وَخَدَّهُ إِلَيْهِ، ثُمَّ قَالَ: هَكَذَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْعَلُ

Artinya: “Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdul Razzaq menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Mutsanna bin Ash-Shabbah berkata: Amr bin Syuaib menceritakan kepadaku, dari ayahnya, dia berkata: Aku bertawaf bersama Abdullah bin Amr, setelah kami menyelesaikan tujuh putaran, kami shalat di belakang Ka’bah. Lalu aku berkata: ‘Tidakkah kita berlindung kepada Allah dari api neraka?’ Dia menjawab: ‘Aku berlindung kepada Allah dari api neraka.’ Kemudian dia berjalan, mengusap rukun (Hajar Aswad), lalu berdiri di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah, lalu menempelkan dadanya, kedua tangannya, dan pipinya ke dinding. Kemudian dia berkata: ‘Seperti inilah aku melihat Rasulullah SAW melakukannya.'” (HR. Ibnu Majah)

Urutan Tata Cara Berdoa di Multazam

Berdasarkan hadits di atas, urutan yang dilakukan adalah:

  1. Tawaf diselesaikan terlebih dahulu
  2. Shalat sunnah setelah tawaf dilakukan di belakang Ka’bah (maqam Ibrahim)
  3. Berdoa agar dilindungi dari siksa neraka
  4. Mengusap rukun (Hajar Aswad)
  5. Berdiri di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah
  6. Merapatkan dada, kedua telapak tangan, bagian dari wajah seperti pipi di Multazam

Posisi Tubuh Saat Berdoa di Multazam

Berdasarkan hadits-hadits di atas, cara Rasulullah SAW berdoa di Multazam adalah:

  1. Menempelkan Dada ke Dinding Ka’bah – Rasulullah SAW menempelkan dadanya ke dinding Ka’bah di area Multazam sebagai tanda kerendahan hati dan ketundukan kepada Allah SWT.
  2. Menempelkan Wajah/Pipi – Beliau juga menempelkan wajah atau pipi ke dinding Ka’bah.
  3. Menempelkan Kedua Lengan dan Telapak Tangan – Rasulullah SAW menempelkan kedua lengan (dzira’) dan kedua telapak tangannya ke dinding, membentangkannya dengan luas.
  4. Berdoa dengan Khusyuk – Dalam posisi seperti ini, Rasulullah SAW berdoa dengan penuh kekhusyukan dan kerendahan hati.

Doa-Doa di Multazam

Doa Berlindung dari Api Neraka

Salah satu doa yang disebutkan dalam hadits adalah:

نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ النَّارِ

Artinya: “Kami berlindung kepada Allah dari panasnya siksaan api neraka.”

Doa Rasulullah SAW di Multazam

Rasulullah SAW pernah memanjatkan doa di Multazam:

اللَّهُمَّ رَبَّ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ، أَعْتِقْ رِقَابَنَا وَرِقَابَ آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَإِخْوَانِنَا وَأَخَوَاتِنَا وَأَوْلَادِنَا مِنَ النَّارِ، يَا كَرِيْمُ يَا عَظِيْمُ يَا حَلِيْمُ يَا جَوَّادُ يَا مُنْعِمُ يَا مُفْضِلُ

Artinya: “Ya Allah yang memelihara Al Bait al Atieq (Ka’bah), merdekakanlah kami, bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, saudara-saudara kami dan anak-anak kami dari belenggu api neraka. Wahai Yang Mahamurah, Yang Mahamulia, Yang Mahautama, Yang Maha Pengarunia, Yang Maha Pemberi Kebaikan.”

Doa lain yang dipanjatkan Rasulullah SAW:

اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ، وَاقِفٌ تَحْتَ بَيْتِكَ فِي الْمُلْتَزَمِ، مُتَوَجِّهٌ إِلَيْكَ مُتَخَشِّعٌ بَيْنَ يَدَيْكَ، أَرْجُو رَحْمَتَكَ وَأَخَافُ عَذَابَكَ، يَا وَاهِبُ الْعَطَايَا

Artinya: “Ya Allah, aku ini hamba-Mu dan anak hamba-Mu yang sedang berdiri di bawah rumah-Mu di Multazam, aku menghadap dan bersimpuh di hadapan-Mu. Aku mengharapkan rahmat-Mu, takut akan siksa-Mu, wahai Pemberi Kebajikan.”

Tidak Ada Doa Khusus yang Wajib

Sebenarnya tidak ada riwayat shahih tentang doa khusus yang wajib dibaca di Multazam. Rasulullah SAW mengajarkan agar umatnya berdoa sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masing-masing, baik menggunakan bahasa yang dipahami atau dalam bahasa Arab.

Hikmah dan Makna Berdoa di Multazam

Dengan menempelkan tubuh di Multazam, seorang hamba berkesempatan untuk taqarrub atau menampakkan rasa cintanya kepada Baitullah dan Sang Pemilik Baitullah. Selain itu, seorang hamba juga akan mendapat keberkahan sebab bersinggungan dengan Ka’bah serta berharap api neraka akan melindungi setiap anggota tubuhnya yang pernah bersentuhan dengan batu Ka’bah atau Hajar Aswad.

Ketika berdoa di tempat ini, seseorang akan merasa tidak memiliki tempat lain untuk kembali kecuali hanya kepada Allah dan tidak ada tempat lain untuk memohon pertolongan selain dengan kemurahan dari Allah. Seorang ulama Hasan Bashri, jika melihat Multazam dirinya lantas menempelkan tubuhnya dan berpesan kepada orang-orang yang menyertainya, “Kalian biarkan aku sehingga aku mengakui dosa-dosaku di hadapan Allah”.

Adab Berdoa di Multazam

Bagi umat Islam yang berkesempatan berdoa di Multazam, berikut beberapa adab yang perlu diperhatikan:

  1. Pilih waktu yang tepat – Usahakan datang saat tidak terlalu ramai agar lebih khusyuk dan tidak mengganggu jamaah lain.
  2. Jaga kebersihan – Pastikan dalam keadaan suci dan berwudhu sebelum mendekati Ka’bah.
  3. Bersikap sopan dan tertib – Jangan berdesakan atau menyakiti jamaah lain yang juga ingin berdoa di tempat tersebut.
  4. Berdoa dengan tulus – Panjatkan doa dengan penuh keikhlasan dan keyakinan bahwa Allah SWT akan mengabulkan doa-doa yang baik.
  5. Tidak berlama-lama – Karena banyak jamaah yang menunggu giliran, sebaiknya tidak berlama-lama di Multazam agar jamaah lain juga mendapat kesempatan.

Pendapat Ulama tentang Status Hadits Multazam

Para ulama berbeda pendapat mengenai kekuatan hadits tentang Multazam:

Beberapa hadits tentang Multazam dinilai lemah (dhaif) oleh sebagian ulama. Imam An-Nawawi melemahkan hadits ini, dan Imam Adz-Dzahabi mengatakan hadits tersebut “munkar”. Namun, sebagian ulama seperti Al-Albani menilai hadits-hadits tentang Multazam secara keseluruhan sebagai hadits hasan.

Meskipun demikian, terdapat riwayat dari para sahabat dan tabiin yang menunjukkan disyariatkannya berdoa di Multazam. Ibnu Abbas berkata: “Multazam itu ada di antara sudut dan pintu Ka’bah.” Dari Mujahid, ia berkata: “Dahulu mereka (para sahabat) mengkonsistenkan diri beribadah dan berdoa di area antara sudut dan pintu Ka’bah.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Kalau seseorang suka untuk mendatangi Multazam – yaitu area antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah – lalu di sana ia meletakkan dada, wajah, dua lengan dan kedua telapak tangannya, berdoa dan meminta segala kebutuhannya kepada Allah, ia boleh melakukan hal tersebut.”

Kesimpulan

Multazam adalah tempat yang sangat istimewa untuk berdoa di Masjidil Haram. Berdasarkan riwayat dari Abdullah bin Umar, Rasulullah SAW telah memberikan contoh bagaimana berdoa dengan khusyuk di tempat ini dengan menempelkan dada, wajah, kedua lengan, dan kedua telapak tangan ke dinding Ka’bah sambil memanjatkan doa.

Yang terpenting dalam berdoa di Multazam adalah ketulusan hati dan keyakinan bahwa Allah SWT Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan doa hamba-Nya yang beriman. Tidak ada bacaan doa khusus yang wajib, sehingga setiap Muslim bebas memanjatkan doa sesuai kebutuhan dan keinginannya.

Bagi mereka yang belum berkesempatan berdoa di Multazam, hendaknya tidak berkecil hati. Allah SWT mendengar setiap doa hamba-Nya di mana pun mereka berada, selama doa tersebut dipanjatkan dengan tulus dan ikhlas.

 

Wallahu a’lam bishawab – Allah yang lebih mengetahui kebenaran.

Bagaimana Rasulullah Saw Berdoa di Multazam? Read More »

Saudi Umumkan Jadwal Resmi Penerbangan Haji 2026, Catat Tanggalnya!

HIMPUHNEWS — Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (General Authority of Civil Aviation/GACA) merilis kalender operasional penerbangan Haji 2026 (1447 H). Jadwal dibuat presisi untuk mengatur arus jutaan jamaah yang masuk-keluar Kerajaan lewat bandara-bandara utama, dengan ketentuan tanggal Masehi dijadikan rujukan utama bila ada selisih dengan kalender Hijriah. Baca Selengkapnya

Saudi Umumkan Jadwal Resmi Penerbangan Haji 2026, Catat Tanggalnya! Read More »

Hasil Riset Ilmuan Buktikan Hajar Aswad Bukan Batu dari Bumi

Hajar Aswad: Bukan Batu dari Bumi

Pendahuluan

Hajar Aswad, atau “Batu Hitam,” adalah salah satu objek paling suci dalam Islam, terletak di sudut timur laut Kakbah di Masjidil Haram, Mekah. Selama berabad-abad, terdapat berbagai tradisi dan narasi tentang asal-usul batu fenomenal ini. Namun, penelitian ilmiah modern dan analisis geologis mengungkapkan sesuatu yang menarik: Hajar Aswad bukan sekadar batu biasa dari permukaan bumi. Dalam sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh at-tirmidzi :

Teori Meteorit: Penjelasan Ilmiah

Para ilmuwan dan ahli geologi telah menyimpulkan bahwa Hajar Aswad kemungkinan besar adalah meteorit yang jatuh dari luar angkasa. Beberapa karakteristik mendukung kesimpulan ini:

Komposisi Kimia yang Unik Analisis geologis menunjukkan bahwa komposisi Hajar Aswad berbeda dari batuan basalt biasa yang ditemukan di wilayah Jazirah Arab. Meteorit umumnya mengandung elemen-elemen luar biasa seperti nikel dan besi dalam proporsi yang tidak lazim pada batu terrestrial biasa.

Warna Hitam Pekat Warna hitam yang sangat pekat adalah indikasi khas dari material meteorit. Ketika meteorit memasuki atmosfer bumi dengan kecepatan tinggi, lapisan luar batu mengalami ablasi (pengikisan), menciptakan permukaan yang sangat gelap dan mengkilap.

Struktur Kristal yang Khusus Struktur internal Hajar Aswad menunjukkan pola kristalisasi yang konsisten dengan proses pendinginan meteorit di angkasa, bukan proses geologi normal di kerak bumi.

Perspektif Tradisional Islam

Dalam tradisi Islam, terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa Hajar Aswad berasal dari surga. Hadits menyebutkan bahwa batu ini diturunkan oleh Allah sebagai penanda khusus.

Dalam sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh at-tirmidzi :

سنن الترمذي ٨٠٤: حَدَّثَنَا قُتَيْبَة حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ عَنْ رَجَاءٍ أَبِي يَحْيَى قَال سَمِعْتُ مُسَافِعًا الْحَاجِبَ قَال سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الرُّكْنَ وَالْمَقَامَ يَاقُوتَتَانِ مِنْ يَاقُوتِ الْجَنَّةِ طَمَسَ اللَّهُ نُورَهُمَا وَلَوْ لَمْ يَطْمِسْ نُورَهُمَا لَأَضَاءَتَا مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا يُرْوَى عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو مَوْقُوفًا قَوْلُهُ وَفِيهِ عَنْ أَنَسٍ أَيْضًا وَهُوَ حَدِيثٌ غَرِيبٌ

 

Tirmidzi 804: Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah], telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Zurai’] dari [Raja` Abu Yahya] berkata: saya telah mendengar [Musafi` Al Hajib] berkata: saya telah mendengar [Abdullah bin ‘Amr] berkata: Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim merupakan dua permata di antara permata surga. Allah telah menghapus cahaya keduanya. Jika tidak Allah hapus, niscaya cahayanya akan menerangi jarak antara timur dan barat.” Abu ‘Isa berkata: “Ini diriwayatkan dari Abdullah secara mauquf. Perkataan dia dan ini dari Anas, dan merupakan hadits gharib.”

 Menariknya, narasi kuno ini selaras dengan teori modern bahwa Hajar Aswad bukan dari bumi—walaupun dalam arti yang berbeda. Jika Hajar Aswad adalah meteorit, maka memang benar bahwa batu ini berasal dari “langit,” yakni dari luar angkasa.

Sejarah dan Penemuan

Menurut catatan sejarah, Hajar Aswad telah menjadi bagian integral dari Kakbah sejak zaman pra-Islam. Dalam berbagai insiden sepanjang sejarah, batu ini pernah diambil atau hilang. Salah satu kasus paling terkenal terjadi pada tahun 930 Masehi ketika sekta Qarmatian membawanya pergi. Batu ini dikembalikan puluhan tahun kemudian, tetapi ada beberapa retak dan pecahan.

Keberadaan Hajar Aswad yang terdokumentasi selama ribuan tahun dan signifikansi religiusnya yang mendalam menjadikan penelitian ilmiahnya sangat sensitif dan terbatas.

Implikasi Spiritual dan Ilmiah

Penemuan bahwa Hajar Aswad mungkin adalah meteorit tidak mengurangi makna spiritualnya bagi umat Muslim. Sebaliknya, hal ini menambah dimensi baru pada pemahaman kita tentang alam semesta dan kehendak Ilahi. Keajaiban alam—seperti meteorit yang melintasi jutaan kilometer untuk mencapai bumi—dapat dilihat sebagai manifestasi dari kebesaran ciptaan.

Batu luar angkasa yang menjadi simbol umat Muslim selama ribuan tahun adalah bukti bahwa keindahan dan keajaiban dapat hadir dalam bentuk yang paling sederhana sekalipun.

Kesimpulan

Hajar Aswad, dengan probabilitas tinggi, bukan batu dari bumi dalam arti geologis konvensional. Ia adalah pengunjung dari angkasa raya—sebuah meteorit yang telah memilih untuk menjadi bagian dari sejarah kemanusiaan dan spiritualitas manusia. Bukti ilmiah ini membuka perspektif baru tentang bagaimana tradisi kuno, keyakinan spiritual, dan penemuan sains modern dapat bertemu dalam harmoni yang indah.

Ketika kita memandang Hajar Aswad, kita tidak hanya melihat batu hitam yang dipenuhi makna agama. Kita melihat pesan dari kosmos—pengingat bahwa ciptaan Allah melampaui batas-batas bumi, dan bahwa misteri alam semesta terus mengungkap keajaibannya kepada mereka yang memiliki mata untuk melihat.

 

Hasil Riset Ilmuan Buktikan Hajar Aswad Bukan Batu dari Bumi Read More »

Bismillah Berangkat Haji Khusus Haramain

PROBOLINGGO – Suasana hikmat dan penuh kebahagiaan menyelimuti acara pelepasan jemaah haji khusus PT Nur Haramain Mulia yang digelar di halaman kantor PT. Nur Haramain Mulia Probolinggo, Senin (12/5/2025). Acara pelepasan ini secara resmi dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kabupaten Probolinggo dan dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah serta keluarga para calon jemaah haji. Sebagai satu-satunya Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) resmi di Kabupaten Probolinggo yang sukses menjalankan jemaah Haji Khusus secara mandiri, PT Nur Haramain Mulia kembali membuktikan eksistensinya dengan memberangkatkan 41 jemaah haji khusus tahun ini.

Wakil Bupati Kabupaten Probolinggo KH. Fahmi Ahmad Zaini. S.Ag,M.A.P

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kabupaten Probolinggo menyampaikan apresiasi tinggi kepada PT Nur Haramain Mulia atas dedikasi dan pelayanan prima yang diberikan kepada para jemaah. “Semoga para jemaah haji khusus kita dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan menjadi haji yang mabrur,” ucap Wakil Bupati Kabupaten Probolinggo KH. Fahmi Ahmad Zaini. S.Ag,M.A.P. dalam pidatonya.

Direktur Utama Dan Komisaris Utama PT Nur Haramain Mulia, Ny. Hj. Zulfa Badri, S.Pd.I dan KH. Mukhlisin Sa’ad, M.A

Direktur Utama Dan Komisaris Utama PT Nur Haramain Mulia, Ny. Hj. Zulfa Badri, S.Pd.I dan KH. Mukhlisin Sa’ad, M.A., menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan maksimal untuk memastikan kenyamanan dan kekhusyukan ibadah para Jemaah Haji selama di tanah suci ungkapnya dalam sesi sambutan.

Uniknya, Bapak Wakil Bupati Kabupaten Probolinggo KH. Fahmi Ahmad Zaini. S.Ag,M.A.P., yang biasa di kenal oleh Masyarakat probolinggo dengan panggilan RA fahmi, merupakan salah satu mantan Tour Leader Umroh dan Haji PT Nur Haramain Mulia, yang sudah mengetahui karena pengalamannya menjadi Tour Leader dan membimbing jemaah bagaimana khidmat dan nikmatnya beribadah Ketika berada di Haramain, Bersama PT. Nur Haramain Mulia, dan tanpa mengurangi rasa hormat, beliau menceritakan secara detail tentang kenyamanan dan kelebihan pelayanan yang di berikan oleh PT Nur Haramain Mulia.

Foto Bersama Tour Leader Haramain Indonesia dengan Wakil Bupati dan Kepala Kantor Kemenag Kab. Probolinggo

Rangkaian acara pelepasan dimulai dengan pembacaan doa dan tausiyah dari Wakil Bupati Kabupaten Proobolinggo KH. Fahmi Ahmad Zaini. S.Ag,M.A.P. Beliau mengingatkan para jemaah untuk senantiasa menjaga niat suci dan kesabaran selama menjalankan ibadah haji. Acara dilanjutkan dengan pembacaan bismilah dan di lepas secara sakral oleh Wakil Bupati dihadapan para keluarga dan Jemaah haji khusus lalu di lantunkan lah sholawat haji oleh Tim hadrah PP. Al mashduqiah, dan diiringi dengan jamaah yang berpamitan kepada keluarganya masing – masing, dan Seluruh Jajaran direksi PT Nur Haramain Mulia beserta jajaran komisaris dan staff pun turut serta mengawal para jamaah hingga menaiki bus.

Pembimbing Haji Khusus KH. Dr. Moh. Rifa’I, M.Pd. dan Kepala KaKemenag Bapak Dr. H. Samsur, S.Ag.,M.Pd.I.,

Para jemaah akan berangkat menuju Bandara Internasional Juanda Surabaya menggunakan satu eksekutif yang telah disiapkan. Dari sana, mereka akan terbang ke Madinah dengan pesawat yang telah dijadwalkan berangkat pukul 13.00 WIB dari bandara internasional Juanda Surabaya. Menariknya Jemaah Haji Khusus dari PT Nur Haramain Mulia merupakan Satu-satunya jemaah dari INDONESIA yang tiba “PERTAMA KALI” di Madinah dan di sambut langsung oleh PHU Kementrian Agama Pusat. PT Nur Haramain Mulia menyediakan fasilitas premium bagi jemaahnya, termasuk hotel bintang lima di Mekah dan Madinah, konsumsi dengan standar internasional, serta pembimbing ibadah yang berpengalaman dan terpercaya serta menguasai tentang hukum islam dan fiqih haji secara mendalam yaitu KH. Dr. Moh. Rifa’I, M.Pd.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, S.Ag.,M.Pd.I., yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa keberadaan PIHK resmi seperti PT Nur Haramain Mulia sangat membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan optimal kepada jemaah haji. “Kami mengapresiasi komitmen PT Nur Haramain Mulia yang selalu mengutamakan kenyamanan dan keamanan jemaah dengan tetap mematuhi seluruh regulasi yang ditetapkan pemerintah,” ungkapnya.

Bismillah Berangkat Haji Khusus Haramain Read More »

Resmi dibuka Cabang Malang Kantor PT. Nur Haramain Mulia

Grand Opening kantor PT. Nur Haramain Mulia cabang Malang dilangsungkan pada Ahad, 8 Desember 2024 di Gedung Pascasarjana Unisma Malang. Kehadiran kantor cabang tersebut menjadi wadah bagi PT. Nur Haramain Mulia untuk bisa meningkatkan pelayanan haji khusus dan umrah khususnya kepada masyarakat wilayah Malang dan sekitarnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Direktur Pemasaran PT. Nur Haramain Mulia kantor pusat Gus H. Ahmad Tijani, M.Pd,  Direktur PT. Nur Haramain Mulia Cabang Sidoarjo, Komisaris Ning Hj. Hadiyatul Maula, dan Lora H. Abdullah M. Sofyan, Lc. MRKH

Gelaran Grand Opening dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran, sambutan dari tamu kehormatan dari Direktur Pemasaran PT. Nur Haramain Mulia yang menyampaikan profil dari PT. Nur Haramain Mulia.

“Dengan adanya kantor cabang baru ini tentunya tidak hanya menjadi sarana bagi PT Nur Haramain Mulia untuk semakin berkembang, tetapi juga menjadi tempat yang dapat memberikan kemudahan, pusat informasi, layanan dan bimbingan bagi masyarakat di wilayah Malang yang ingin menjalankan ibadah Haji ataupun Umrah” penuturan Direktur Pemasaran Gus H. Ahmad Tijani, M.Pd.

Acara inti dari rangkaian Grand Opening, yaitu peresmian pembukaan kantor cabang Malang dengan simbolik bunyi sirine oleh Dr. Nury Firdausia, M.Pd.I (Direktur Cabang Kantor Malang) yang didampingi oleh Gus H. Ahmad Tijani, M.Pd., Ning Hj. Hadiyatul Maula, Lora H. Abdullah M. Sofyan, Lc. MRKH., beserta Dra. Hj. Nur Hayati, M.Si.

Sebagai apresiasi untuk para tamu yang telah menghadiri dan meramaikan acara grand opening ini, ada pemberian voucher diskon umroh senilai Rp 1 juta untuk semua paket keberangkatan Umrah tahun 2025.

Nah, untuk Sahabat Haramain Indonesia yang berdomisili Malang dan daerah sekitarnya, kini dapat mendaftar umrah langsung di kantor cabang Malang. Tersedia paket umrah dengan pilihan program 9 hari, 13, hari, 16,hari, 23 hari, 30 hari serta paket pilihan mulai dari superpromo, superhemat, hemat, reguler, premium, dan VIP.

Dengan biaya yang sangat terjangkau dan kompetitif , Sahabat Haramain Indonesia bisa melaksanakan umrah sampai 5 kali, free city tour Makkah dan Madinah, kereta cepat Haramain, perlengkapan aksesoris, bimbingan rangkaian manasik, dan fasilitas lengkap lainnya. (MSR)

Resmi dibuka Cabang Malang Kantor PT. Nur Haramain Mulia Read More »

Scroll to Top