Selasa pagi (12/07) selesai membalang jamarat, jamaah sudah berada di Hotel Arkhan bakah II di wilayah mahbas jin. Pada malam hari, Bersama beberapa jamaah yang sehat, nyai Hj. Zulfa Badri dan KH. Mukhlisin melaksanakan tawaf & sa’i Ifadah. “beberapa jamaah yang sakit baru melaksanakan tawaf & sa’I ifadah pada hari Kamis (14/07) Bersama saya dan kyai Mukhlisin. Mereka didorong oleh tenaga pendorong kursi roda yang ada di Masjidil Haram”, ujar nyai Zulfa Badri.

Kegiatan KBIHU Nurul Haramain berlanjut dengan tawaf sunnat, umrah sunnat, dan beberapa ziarah sambil menunggu jadwal kembali ke Indonesia. “Tawaf wada’ rencananya akan dilaksanakan pada hari rabu tanggal 27 Juli 2022 dan berangkat ke Jeddah pada hari kamis jam 10 pagi”, ucap pengasuh dari PP. Baddridduja wilayah Al-Mashduqiah ini.

“Alhamdulillah, selama pelaksanaan haji tahun 2022, jamaah KBIHU ada yang melaksanakan umrah hingga empat belas kali”, menurut nyai Hj. Zulfa Badri. Sementara itu, beberapa tempat ziarah juga disambangi. Salah satu tempat ziarah yang dikunjungi adalah tempat pameran kiswah sebelum ke Hudaibiyah. Menurut Nyai Hj. Zulfa Badri, sebelumnya tidak pernah dibuka untuk umum. “Alhamdulillah, jamaah tahun ini jamaah bisa melihat pameran dan masuk ke pabrik kiswah, tapi tidak bisa masuk ke museum Haramain”, tutur nyai Hj. Zulfa Badri. Tiba masjid kuno Hudaibiyah, jamaah belum bisa mengunjungi peternakan Onta karena beberapa alasan pandemic oleh pemerintah Saudi.
Beberapa tempat ziarah lainnya yang dikunjungi jamaah adalah Jabal Tsur, dan Jabal Rahmah. Beberapa jamaah mendaki ke puncak jabal rahmah. Beberapa jamaah ada yg berfoto, mengucapkan janji setia suami istri, bertawassul kepada Allah SWT, dan masih banyak lagi kegiatan yang dilakukan jamaah dengan riang gembira”, tutur ibu dari 4 orang anak tersebut.
Beberapa hari sebelum kepulangan, jamaah KBIHU NURUL HARAMAIN menuju Jabal Nur, dimana terdapat gua Hira yang merupakan tempat Rasulullah SAW mendapatkan wahyu pertama. Jamaah berangkat setelah Sholat subuh Bersama-sama semua rombongan. “Jamaah memiliki kesan tersendiri Ketika tiba di puncak jabal Nur. Bahkan ada yang tidak mengenakan baju saat turun karena sudah kepanasan”, ujar nyai Zulfa Badri. Sore harinya, jamaah melaksanakan umroh sunnat yang kesekian kalinya dari Masjid A’isyah Tan’im.
Ziarah ke Jeddah dilaksanakan keesokan hari setelah dari Jabal Nur. “sebenarnya program ke Jeddah ini tidak terprogram, hanya inisiatif dari KH. Mukhlisin Sa’ad karena biasanya di Jeddah tidak banyak tempat ziarah yang bisa dikunjungi”, ucap istri dari KH. Mukhlisin Sa’ad. Jamaah diberikan waktu untuk istirahat sebelum pulang ke tanah air pada tanggal 28 Julli 2022.
Semoga pelaksanaan haji tahun depan akan menjadi lebih baik lagi dan jamaah yang berhaji tahun ini mendapatkan Haji Mabrur. Aamiin