
Alhamdulillah, pelaksanaan haji 2022 bertepatan dengan Haji akbar. “Pelaksanaan wukuf haji tahun ini tepat pada hari jum’at”, ujar nyai Zulfa selaku ketua KBIHU Nurul Haramain. Pada pelaksanaan haji tahun ini, sebagian besar jamaah KBIHU Nurul Haramain melaksanakan haji dengan cara Tarwiyah. Tarwiyah adalah cara berhaji yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. maka Sebagian besar jamaah berangkat ke Mina pada rabu malam dengan miqat di Hotel. Secara bergilir, jamaah berangkat ke Mina.

Jamaah sudah berada di Mina sejak rabu malam (06/07) hingga jum’at pagi (08/09) jamaah berangsur berangkat ke Arafah untuk mengikuti proses wukuf. “Alhamdulillah, pelaksanaan wukuf berjalan lancar dengan berbagai fasilitas dan makanan yang disediakan”, ujar nyai Zulfa Badri. Prosesi wukuf arafah dimulai pada pukul 11.00 dengan sambutan dari tim haji Indonesia kloter 19 embarkasi Surabaya yang dilanjut sholat Dhuhur. Khotbah arafah dilaksanakan setelah adzan duhur dengan doa arafah dilaksanakan setelah sholat duhur dan Ashar yang dijamak qasar. “Alhamdulillah kloter 19 Embarkasi Surabaya mendapatkan tenda yang sangat nyaman dengan tenda besar”, ungkap nyai Zulfa. Dengan fasilitas ini, jamaah bisa melaksanakan wukuf arafah dengan sangat khusyuk.
Selesai dari prosesi wukuf arafah, semua jamaah melaksanakan makan siang. Dzikir mandiri menjadi kegiatan berikutnya yang dilaksanakan oleh jamaah. “alhamdulillah, semua jamaah tidak ada yang membuang waktu. Semuanya berdzikir kepada Allah SWT.”, ungkap istri dari KH. Mukhlisin Sa’ad, M.A.
Munajat Bersama dilaksanakan pada hari jum’at setelah wukuf pukul 14.30 yang disiarkan langsung di kanal youtube dan zoom meeting Nur Haramain Mulia. Acara ini dipimpin langsung oleh KH. Mukhlisin Sa’ad, M.A. dihadiri lebih dari 300 orang baik secara zoom meeting maupun Youtube.
Setelah dzikir Bersama-sama, jamaah mengakhiri kegiatan dengan dzikir Bersama pasangan masing-masing dibawah langit padang arafah. Sekitar jam 16.30 semua jamaah dengan sangat khusyu’ berdzikir hingga sebelum sholat maghrib.
Selesai sholat maghrib yang dijamak dengan sholat isya’, jamaah mulai berangsur menuju muzdalifah mulai pukul 20.00-21.00 menggunakan bus. Di muzdalifah jamaah beristirahat dengan alas sajadah untuk mengumpulkan tenaga sebagai persiapan melempar jumroh di Jamarat di malam yang sama. Selepas jam 24.00, jamaah mendapat antrian no 4 untuk melaksanakan lempar jumroh.
Pelaksanaan haji tahun ini tidak berjubel dan tidak berebut. Perbedaan yang sangat jelas dengan pelaksanaan haji tahun-tahun sebelumnya. Semua jamaah terangkut menuju mina tanpa harus berdesak-desakan. Setibanya di Mina, jamaah bersiap sesuai rombongan menuju tempat pembalangan. Jamaah bergerak menuju jumrotul aqobah dengan berjalan kaki pada tanggal 10 Dzulhijjah. “Alhamdulillah semangat jamaah untuk melempar jamarot sangat tinggi meskipun beberapa jamaah yang kurang sehat diwakilkan untuk melempar jumroh”, ucap Nyai Zulfa Badri.

Kegiatan berlanjut di tanggal 11,12,13 Dzulhijjah semua jamaah tetap semangat melempar jumroh. “Alhamdulillah semua kegiatan berjalan lancar, tidak ada yang terlewatkan, semuanya sudah melempar jamarot dengan menggunakan nafar tsani. Kita berada di Mina hingga 13 Dzulhijjah”, lanjut cerita nyai zulfa Badri.